Wali Kota Bima Pimpin Apel Kebangsaan Menjaga Sinergitas TNI-Polri Dan Pemerintah

Kota Bima, NTB (04/05) - Sebagai bentuk komitmen dan ikhtiar, menjaga dan melindungi keamanan dan stabilitas daerah Kota Bima, tiga komponen besar daerah, TNi-Polri, menggelar apel Kebangsaan.

Apel Kebangsaan dengan tema utama, integritas TNI-POLRI dan Pemkot Bima, berlangsung Senin (3/5) pagi di lapangan upacara Mako Polres Bima Kota.

Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) apel kebangsaan integritas TNI-Polri dan Pemkot Bima, Wali Kota Bima HM Lutfi, langsung didampingi Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608 Bima di podium Kehormatan.

Sementara di kursi undangan hadir pula sejumlah pajabat penting, Ketua Pengadilan Negeri Bima berikut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Bima, sejumlah Kepala OPD terkait serta Camat se-Kota Bima, PJU Polres Bima Kota.

Upacara itu diawali pemeriksaan pasukan oleh Wali Kota Bima didampingi Ketua Pengadilan, Kapolres Bima Kota dan Dandim 1608 Bima.

Peserta upacara terdiri dari, Satu Pleton Bhabinsa, Satu Pleton Brimob, satu pleton Bhabinkamtibmas, Satu Pleton Sat Shabara, Lantas, satu Pleton Resintelkam dan satu Pleton Sat Pol PP Kota Bima.

Wali Kota Bima mengawali amanatnya, betapa penting komitmen bersinergitas dalam membangun Kota Bima yang lebih baik. Karena dengan kebersamaan semua pihak, penciptaan keamanan dan kondisofitas daerah, terjaga aman dan nyaman.

Sinegritas antara pemerintah dengan TNI-Polri, kata Wali Kota, menjadi kunci keamanan bangsa di segala bidang.
"Sinegritas ini harus tetap dikuatkan dan dipertahankan dalam menjaga kekuatan daerah,"ucapnya.

Wali Kota juga menekankan, pandemi Covid-19 sebagai kerja utama dan kerja berama seluruh pihak pemerintah.
TNI-Polri, tentu sebagai bagian dari garda terdepan membantu pemerintah, menanggulangi wabah pandemi Covid-19.

"TNI-Polri menjadi kunci terlaksana dengan baiknya meminimalisir pandemi Covid-19 ini,"ujar Wali Kota.

Selain itu dalam amanatnya, orang nomor satu di Kota Bima itu, menyinggung suasana jelang Idul Fitri 1442 Hijriah. Tentu soal penjagaan mudik sejak 6 Mei dan seterusnya.

*M.Hasbi

Komentar