Tanah Timbul di Tambak Sumur Diduga Jadi Lahan Korupsi Keluarga Kades

Penanewinvestigasi com.Karawang, Kepala Desa Tambak Sumur dan Pemerintah Desa  diduga telah memanipulasi data Surat Keterangan Desa (SKD), Kades Sahata yang biasa disapa Apak telah berbohong terkait tanah timbul dan soal surat menyurat terkait status tanah timbul.

Bahwasannya memang betul yang bersangkutan (Sahata) diduga telah menerima surat dan menanda tangani dari saudara jejen/jenik selaku oprator desa pada Tahun 2015, nama-nama dalam isi surat adalah garapan masyarakat tambak sumur sendiri tidak ada nama istri atau anak yang bersangkutan, apalagi nama pemerintahan desa, jelas sahata dengan nada tinggi saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.


Sangat jelas Sahata telah berbohong kepada media dimana telah tertulis atas nama istri dari saudara jejen/jenik Neng rodiah (42Tahun) dan almarhum istri Sahata Ursih Winaningsih (32Tahun),Engkay (53tahuh), kaka dari saudara Sahata/apak Kepala Desa Tambak Sumur Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang Jwa barat,Selasa (4/5/2021).

Saudara Jejen/jenik selaku oprator desa telah mengakui telah menjual kepada H Suhendi 53 th selaku pihak kedua atau pembeli dan Eva Hervaita 30 th anak dari H Suhendi benar bang saya dan kades Sahata telah menjual dan menerima uang Hasil penjual tanah timbul dari pak H Suhendi dan Eva Hervaita jelas Jejen/jenik kepada media via tlp sabtu (24-04-21) 14-02.00 Wib.

Ase (44Tahun) selaku mantan wakil mengatakan, dirinya merasa tertipu dan dibohongi, “saya siap bersaksi jangan biar kan orang sepirti Jejen/jenik dan kepala desa saya dan istri telah di buat kan nama masing masi dua hektare pada tahun 2015 saat itu saya masi jabat sebagai wakil di dusun krajan", Jelasnya.

Masih menambahkan, dirinya tidak tahu telah dibuatkan surat garapan atau Surat Keterangan Desa (SKD) apalagi kata jejen/jenik saya telah menerima uang pembayaran dari pembeli pak H suhendi pada inti nya saya yang telah di rugikan dan telah merasa di tipu oleh saudara Jejen/jenik saya siap melapor dan menjadi saksi nanti", Pungkasnya.

(Mulis).

Komentar