Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa Latih PBB di SMAN 1 Sebawi

*Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa  Latih PBB di SMAN 1 Sebawi.* Sambas, Minggu (7/3/21) - Bentuk karakter dan kedisiplinan terhadap generasi muda penerus bangsa, Babinsa Sebawi, Koramil 1208-01/Sambas, Sertu Sunoto memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi pada kegiatan Pramuka yang bertempat di lapangan SMAN 1 Sebawi, Desa Sebawi, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas,  Dikatakan Sertu Sunoto, kegiatan ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian serta mental anak-anak Pramuka di Sekolah Menegah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau yang setara. Adapun materi yang diberikan diantarannya, sambung Sertu Sunoto,, sikap sempurna, hadap kanan/kiri, jalan ditempat, penghormatan dan masih banyak materi lainnya dalam PBB. "Dalam kegiatan ini, adik-adik Pramuka sangat antusias mengikutinya, bahkan dalam mempraktekkan materi yang telah diberikan dengan penuh semangat" kata Sertu Sunoto.  Sementara itu, Danrami

Tokoh Masyarakat Pemerhati Pendidikan Anak (Yudi Aul) ; Tips Membangun Karakter Jujur Pada Anak

*Tokoh Masyarakat Pemerhati Pendidikan Anak (Yudi Aul) ; Tips Membangun Karakter Jujur Pada Anak*

Garut. PenaNewInvestigasi.com – Kejujuran erat kaitannya dengan hati nurani, Berucap dan berperilaku jujur merupakan suatu sikap menghargai orang-orang di lingkungan sekitar kita sekaligus pada diri sendiri. 

Saat Media Nasional Cetak Online & TV yang di wakilkan oleh Kaperwil Jabar sambangi rumahnya Selasa 23 Februari 2021,ia memaparkan Tips membangun karakter jujur pada anak Ada 7 langkah dalam membangun karakter. Ucapnya

"Karakter merupakan akhlak atau budi pekerti yang tercermin dalam diri seseorang yang akan membedakan dari orang lain. Akhlak merupakan suatu bentuk jiwa yang mengandung aturan-aturan yang ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa di dalam Alquran. Karakter atau kepribadian anak terbentuk dari pengalaman yang diperolehnya melalui penglihatan, pendengaran, perasaan dan sentuhan.

Jujur adalah tingkah laku yang mencerminkan sebenar-benarnya. Tidak ada unsur kebohongan. Anak yang berkarakter jujur akan selalu melakukan perbuatan baik. Karena kejujuran akan selalu dekat dengan kebaikan. Karakter jujur yang ada pada anak sejak dini akan sangat bepengaruh pada perkembangannya kelak ketika dewasa.

Untuk itu, kita sebagai orang tua wajib hukumnya membangun karakter jujur dalam diri anak. Mengingat di masa sekarang, sangat jarang kita temui orang yang selalu bersikap jujur. Meski banyak yang mengaku bahwa dirinya jujur, belum pasti benar-benar jujur. Karena jujur ada yang berupa tingkah laku dari hati dan ada jujur yang hanya ucapan saja. Paparnya ke Kaperwil Jabar. Selasa (23/02/2021) 

*Berikut Tips cara membangun karakter jujur pada anak sejak dini ;*

Pertama, asuhlah anak dengan kasih sayang. Pengasuhan orang tua yang disertai wajah menyenangkan selalu senyum dan tidak pernah membentak anak saat marah akan menjadikan anak terbiasa berpendirian. Sehingga anak tidak akan mudah dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik, anak tidak akan berani berbohong.

Kedua, kenalkan anak pada cerita yang mengandung nilai-nilai kejujuran. Dengan cerita anak akan memperoleh banyak pelajaran yang akan tertanam pada diri anak.

Ketiga, jadilah model yang baik. Orang tua adalah model bagi anak-anaknya. Membiasakan diri untuk berlaku jujur akan membuat anak termotivasi untuk bersikap jujur.

Keempat, perlakukan anak dengan jujur. Di saat anak sedang menangis terkadang orang tua menghentikan tangisannya dengan mengatakan: ”Jangan nangis, nanti ibu belikan mainan.” Dan ketika tangisannya berhenti ibunya tidak membelikan mainan. Apakah ini bukan suatu kebohongan? Carilah cara lain yang lebih efektif agar anak dapat melihat kebenaran.

Kelima, membiasakan jujur pada diri sendiri. Tak jarang orang tua yang selalu menginginkan anak-anaknya untuk bersikap jujur akan tetapi orang tua selalu memperlihatkan ketidakjujuran kepada anak. Seperti, ketika orang tua sedang memiliki masalah tidak baik ketika menyatakan pada anak bahwa sedang baik-baik saja. Dengan raut muka yang tidak ceria. Karena masalah yang disembunyikan akan berakibat tidak baik pada diri sendiri.

Keenam, latih anak untuk berempati pada sesama untuk menumbuhkan sikap tulus dalam diri anak. Anak akan membantu dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Ketujuh, berikan penghargaan kepada anak ketika dia mau mengakui kesalahannya. Sekali anak berbohong, maka anak akan terbiasa dengan kebohongan. Dan sebaliknya sekali melakukan kejujuranan akan terbiasa berperilaku jujur.

Penulis : K Jabar

Komentar