Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa Latih PBB di SMAN 1 Sebawi

*Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa  Latih PBB di SMAN 1 Sebawi.* Sambas, Minggu (7/3/21) - Bentuk karakter dan kedisiplinan terhadap generasi muda penerus bangsa, Babinsa Sebawi, Koramil 1208-01/Sambas, Sertu Sunoto memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi pada kegiatan Pramuka yang bertempat di lapangan SMAN 1 Sebawi, Desa Sebawi, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas,  Dikatakan Sertu Sunoto, kegiatan ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian serta mental anak-anak Pramuka di Sekolah Menegah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau yang setara. Adapun materi yang diberikan diantarannya, sambung Sertu Sunoto,, sikap sempurna, hadap kanan/kiri, jalan ditempat, penghormatan dan masih banyak materi lainnya dalam PBB. "Dalam kegiatan ini, adik-adik Pramuka sangat antusias mengikutinya, bahkan dalam mempraktekkan materi yang telah diberikan dengan penuh semangat" kata Sertu Sunoto.  Sementara itu, Danrami

Polemik Yang Terjadi di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Desa Tatelu Kabupaten Minahasa Utara, Menemui Titik Terang.

Polemik Yang Terjadi di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)  Desa Tatelu Kabupaten Minahasa Utara, Menemui Titik Terang. 

(MINUT - SULUT).
Polemik yang belakangan terjadi di Wilayah pertambangan rakyat (WPR) di desa Tatelu akhirnya menemui titik terang.
Dimana, Senin (22/02/21) sebagaimana janji Kapolres Minut pekan lalu, akan kembali menggelar pertemuan dengan Forkopimda terlaksana sesuai harapan.
Buktinya bertempat di Mapolres Minut
mediasi dan pertemuan dipimpin langsung Kapolres AKBP. Grace Rahakbau yang dihadiri oleh Plh. Bupati Jimmy Kuhu, Ketua DPRD Denny Lolong, Dandim 1310 Bitung Letkol. Inf Benny Lesmana.
Adapun dalam pertemuan yang sedikit menguras energi dan pikiran guna menemui titik terang tersebut, akhirnya diperoleh 7 poin yang tertuang dalam surat kesepakatan bersama antara PT.MSM/TTN dengan para pemilik tambang, pemilik lahan, ketua koperasi.
Berikut 7 poin hasil kesepakatan bersama, antara lain;
1. Expolrasi yang dilaksanakan oleh PT.MSM/TTN tidak mengganggu wilayah pertambangan rakyat.
2. Jika ada kejadian teknis yang terjadi pada saat eksplorasi maka masyarakat/penambang/ pemilik lahan dapat mengkomunikasikan dengan pihak PT.MSM/TTN dangan baik dan PT.MSM/TTN akan memberikan penggantian sesuai kejadian teknis tersebut.
3. Tidak ada tekanan dari pihak manapun terhadap pemilik lahan yang akan menjual tanah kepada pihak PT.MSM/TTN.
4. Pihak penambang harus memperpanjang ijin wilayah pertambangan rakyat (WPR).
5. Pihak penambang yang memiliki ijin WPR tidak diperbolehkan untuk memasuki wilayah kontrak karya PT.MSM/TTN dan sebaliknya pihak PT.MSM/TTN tidak diperbolehkan memasuki wilayah WPR.
6. Untuk kedalaman penambang, PT.MSM/TTN tidak dibatasi kedalaman penambangan sedangkan WPR diberikan kewenangan hanya 100 meter sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
7. Penambang yang dilakukan oleh WPR dan PT.MSM/TTN jika menyebabkan pencemaran lingkungan bagi masyarakat maka akan di proses secara hukum yang berlaku.
Selain Kapolres, Dandim, Plh Bupati dan Ketua DPRD tampak hadir Ketua Koperasi yang juga anggota DPRD Sulut Hendri Walukouw, Anggota DPRD Minut Edwin Nelwan, Cinthya Erkles dan Chris Longdong, perwakilan Kadis ESDM Sulut, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi, Wakapolres Kompol Hans Karia Biri, Pabung Mayor Inf R. Pusung, Camat Dimembe Ansye Dengah, Kapolsek Dimembe Iptu Fadhly, PLH Danramil Dimembe Pelda Alexander Budiman, Hukum tua desa Tatelu John Lausan, Para pemilik Lahan, Para pengusaha/ penunjang tambang dan Perwakilan penambang.
Pihak PT. MSM/TTN hadir langsung Direktur David Sompie didampingi Eksternal Donna Keles dan Harry Rumondor. 
(Theresia).

Komentar