Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa Latih PBB di SMAN 1 Sebawi

*Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa  Latih PBB di SMAN 1 Sebawi.* Sambas, Minggu (7/3/21) - Bentuk karakter dan kedisiplinan terhadap generasi muda penerus bangsa, Babinsa Sebawi, Koramil 1208-01/Sambas, Sertu Sunoto memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi pada kegiatan Pramuka yang bertempat di lapangan SMAN 1 Sebawi, Desa Sebawi, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas,  Dikatakan Sertu Sunoto, kegiatan ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian serta mental anak-anak Pramuka di Sekolah Menegah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau yang setara. Adapun materi yang diberikan diantarannya, sambung Sertu Sunoto,, sikap sempurna, hadap kanan/kiri, jalan ditempat, penghormatan dan masih banyak materi lainnya dalam PBB. "Dalam kegiatan ini, adik-adik Pramuka sangat antusias mengikutinya, bahkan dalam mempraktekkan materi yang telah diberikan dengan penuh semangat" kata Sertu Sunoto.  Sementara itu, Danrami

Jangan Benci Mata Sipit, Roy Wijaya Rilis Ulang Trailer Film Rasis

Jangan Benci Mata Sipit, Roy Wijaya Rilis Ulang Trailer Film Rasis
Penanewinvestigasi.com
Jakarta – Sutradara dan Penulis Jangan Benci Mata Sipit, Roy Wijaya kembali merilis ulang trailer film yang berbau rasis tapi penuh edukasi.
Film yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia ini, rencananya akan syuting di pertengahan maret 2021.
Banyak bintang yang terlibat dalam film yang meceritakan kebencian pada etnis itu, namun dari deretan nama nama bintang yang akan terlibat, masih di rahasiahkan, hanya saat syuting trailer banyak menggunakan artis dari para siswa Ezy Pratama Academy.

Menurut Roy Wijaya, dalam teailer kedua yang sudah tayang di chanel Ezy TV itu lebih banyak menguatkan adegan atas kebencian pribumi terhadap Clhina sebagai pendatang yang selalu memenuhi berbagai perkampungan di Jakarta.

“Sentimen dan kebencian terhadap etnis Cina pada sebagian masyarakat Indonesia termasuk di kalangan berpendidikan tinggi, saat ini begitu tinggi dan membuncah,” kata Roy ketika di temui di Kampus Film, Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 23 Feb 2021.
 
Dalam cerita, Roy Mengatakan, bahwa Orang Cina, si mata sipit di anggap sebagai sosok non pribumi kafir, kaum pendatang yang berbeda dan sebagai komunitas eksklusif yang dianggap hanya mementingkan kelompoknya saja.
 
“Tapi disisi lain, orang Indonesia juga butuh China, mereka gak sadar, segala produk yg di pakai saat ini, semuanya buatan China,” jelas Roy
 
Dalam Kehidupan masyarakat bersosial dalam aspek berbineka tunggal ika. Tak harus melulu pribumi yang barbaur. Maka film ini adalah film yang banyak edukasi, pembelajaran buat kita semua.
 
“Banyak masyarakat minoritas yang keturunan tiongkok atau tionghoa dari daratan china menetap turun menurun di Indonesia. Lantas apa salahnya para kaum keturunan berada di lingkungan masyarakat,” ungkapanya.
 
China yang identik dengan mata sipit selalu di benci dan bahkan menjadi murka banyak pihak. “Jadi Inilah realitas film yang akan menyatukan diantara kebencian menjadi kebinekaan,” tegasnya. 

*Redaksi

Komentar