Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa Latih PBB di SMAN 1 Sebawi

*Bentuk Karakter dan Disiplin, Babinsa  Latih PBB di SMAN 1 Sebawi.* Sambas, Minggu (7/3/21) - Bentuk karakter dan kedisiplinan terhadap generasi muda penerus bangsa, Babinsa Sebawi, Koramil 1208-01/Sambas, Sertu Sunoto memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi pada kegiatan Pramuka yang bertempat di lapangan SMAN 1 Sebawi, Desa Sebawi, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas,  Dikatakan Sertu Sunoto, kegiatan ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian serta mental anak-anak Pramuka di Sekolah Menegah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau yang setara. Adapun materi yang diberikan diantarannya, sambung Sertu Sunoto,, sikap sempurna, hadap kanan/kiri, jalan ditempat, penghormatan dan masih banyak materi lainnya dalam PBB. "Dalam kegiatan ini, adik-adik Pramuka sangat antusias mengikutinya, bahkan dalam mempraktekkan materi yang telah diberikan dengan penuh semangat" kata Sertu Sunoto.  Sementara itu, Danrami

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (Himjusman)STIE Tri Dharma Nusantara Makassar, kecam kasus Drop-Out (DO) 3 Mahasiswa Universitas lancang kuning riau.

Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (Himjusman)
STIE Tri Dharma Nusantara Makassar, kecam kasus Drop-Out (DO) 3 Mahasiswa Universitas lancang kuning riau.
 
Akbar Emil Ketua umum Himpunan Mahasiswa Jurusan
 Manajemen STIE Tri Dharma Nusantara Makassar, (foto istimewa)

Jakarta- Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Tri Dharma Nusantara
Makassar mengecam keputusan rektor universitas lancang kuning Riau 
Yang melakukan Drop-out kepada tiga mahasiswanya.

Dengan surat keputusan rektor universitas lancang kuning Riau nomor 
028,029 serta 030/Unilak/km/2021. Dengan peryataan Drop-out  terhadap
Ketiga mahasiswanya yang di anggap melanggar kode etik kampus Unilak.

Akbar Emil selaku ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Periode 
2021-2022 Stie Tri Dharma Nusantara makassar, yang juga baru dilantik beberapa hari yang lalu angkat bicara dalam  kasus Drop-out mahasiswa Unilak " Kehadiran suara mahasiswa sebagai tanda Eksistensi perjuangan masih menjadi prioritas untuk menuntut kebenaran dan keadilan, namun ketika suara mahasiswa dibungkam maka kebenaran dan Keadilan diatas tanah para pejuang akan kembali suram.

Sikap anti kritis dan demokratis yang diterapkan Para pimpinan birokrasi universitas lancang kuning Riau (UNILAK), merupakan bukti bahwa ketidaksiapan rektor selakuPemimpin tertinggi kampus UNILAK dalam menerima aspiratif dari mahasiswanya, Yang mencederai kebebasan berpendapat dalam lingkungan akademis.  Tegas Emil

Rektor Universitas lancang kuning diharapkan mempertimbangkan serta meninjau Kembali keputusan Drop-out terhadap mahasiswanya, sebab ini menjadi tolok ukur Ataupun potret demokrasi kedepannya, menjaga nalar kritis para agen perubahan.

Perguruan tinggi yang seyogianya menjadi panggung aspiratif mahasiswa, untuk
Sampai kepada cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan sebagai pembelajaran Untuk seluruh kampus se Indonesia. Ungkapnya

Reporter Albar

Komentar